Halo teman teman semuanya!
Kita lanjut belajar ya! Baik sebenernya untu melanjutkan bab ini, kalau kalian ingin lebih dalam untuk mengenal tokoh tokoh taksonomi tumbuhan dan dendrologi maka kalian bisa mengakses web berikut: History of plant systematics - Wikipedia. Nah kali ini akan saya coba jelaskan mengenai penamaan jenis. Penamaan penting banget, ga akan lanjut kita kalau namanya belum paham ya!
So guys kita pahami dulu sistem penamaan tumbuhan ya!
Sebelum kita mulai, disini akan saya asumsikan kalian sudah paham mengenai tingkatan takson makhluk hidup okay? tapi kalau misal ngga mudeng, maka kalian bisa nanya di kolom komentar. Deal?
Nah, siapa yang udah paham tentang penamaan tumbuhan dengan betul betul pahamm banget?
Baguslah!, ini akan saya jelaskan mengenai sistem penamaan tumbuhan ya. Kita sebut dengan Binomial Nomenclature.
Dalam dunia taksonomi, setiap nama memiliki arti, dimana sebuah objek dikelompokkan. Apakah objek tersebut masuk kedalam kelompok kecil, apakah objek tersebut masuk kedalam objek yang besar. Segingga, penting sekali untuk mengetahui tentang sistem penamaan tumbuhan. Pertanyaan berikutnya, gimana sejarahnya kok sampek ada aturannya?
Nah, penamaan tumbuhan itu ada aturannya dan yang membuat aturan adalah ICBN (International Code of Botanical Nomenclature). Mereka pertama diadakan pada tahun 1753, sewaktu Species plantarum oleh Carolus Linnaeus terbit. Mulai sejak itu dibentuklah asosiasi para ahli, sebut saja International Botany Congress untuk mengatur penamaan pada tumbuhan. Didalamnya dibahas mengenai prinsip penamaan tumbuhan yang terdiri dari pasal pasal dan ayat ayat. Namun tidak semuanya akan saya tumpahkan disini, karena disini dibuat untuk mahasiswa yang memiliki minat kepada botani dan pengenalan jenis pohon. Versi agak singkat bisa dilihat di International Code of Botanical Nomenclature (ICBN) (biocyclopedia.com), dan versi lengkap bisa di cek langsung di hasil konferensinya yaitu di INTERNATIONAL CODE OF BOTANICAL NOMENCLATURE online (iapt-taxon.org). Website akan berganti sesuai dengan jadwal kongres terbaru.
Oke mari kita mulaii sekarang kenapa sih kita butuh nama baku? berikut adalah masalahnya
1. Tidak semua nama lokal bisa tersedia di semua negara. Coba misal ini ya kalau namanya pisang umumnya, maka gedang di Jawa dan Kates di Sunda. Padahal nama yang benar adalah Musa paradisiaca.
2. Nama lokal tidak menyediakan informasi tentang kelompok mana tumbuhan tersebut berasal. Pisang dan gedang dan kates hanya merupakan satu kata dan hanya memiliki fungsi identitias. Namun Musa sumatrana memiliki dua kata yaitu nama depan Musa dan nama belakang, sumatrana. Musa musa memiliki arti identitas dan sumatrana memilki arti sumber pisang itu berasal.
3. Nama tumbuhan lokal biasanya bertabrakan. Biasanya nama lokal yang sama, bisa memiliki barang yang berbeda. Musa paradisiaca dan Musa acuminata merupakan dua spesies yang berbeda, namun kedunaya memiliki nama yang sama yaitu Pisang.
Tiga alasan tersebut cukup untuk menjadikan nama ilmiah sebagai nama baku yang dipakai di seluruh dunia. dan bahasa Latin dari Yunani digunakan dalam nama nama tumbuhan. Sekarang, pertanyaannya adalah kenapa si bahasa latin? dari sekian bahasa kenapa bahasa latin yang digunakan?. Nah karena menghomrati pendahulu pemikir yang berkontribusi tentang bagaimana itu dikelompokkan sehingga namanya pakai nama latin.
Dibawah ini adalah bagamana tumbuha itu dinamain dari tingkat kingdom sampai dengan tingkat spesies.
Sumber Plant Systematic: An Integrated Approach
Semuanya memiliki tambahan nama dibelakang nama aslinya, dan dapat dilihat di kolom example atau contoh. Akan kita bahas pertama tentang penamaan genus. Dalam nama tumbuhan genus bisa menjadi sebuah nama yang ke cowok cowokan (maskulin), kecewek cewekan (feminin), dan netral (tidak keduanya dengan dicirikan dengan huruf belakangnya. Genus biasnya erat kaitannya dengan a) Nama penemu --> misalnya kupu-kupu Bauhinia sp. nah itu penemunya namanya ada Bauhin-Bauhinnya. b) berikutnya biasanya mengandung asal daerah juga tempat ditemukannya tumbuhan tersebut misalnya adalah Araucaria yang berasal dari daerah Arau, Chile. c) Berdasarkan bentuk tumbuhan misalnya pada Hepatica yang berbentuk seperti hepar atau liver.
Berikutnya adalah penamaan spesies. Nah biasnaya kan ada dua kata tuh, yang depan genus yang belakang petunjuk spesies. Petunjuk spesies biasanya mengandung informasi juga, nah salah dari beberapanya adalah a) Nama penemu b) Tempat dan c)Karakter.
Setelah nama spesies, biasanya akan diikuti oleh nama penemu spesies tersebut atau kita sebut dengan Auhtor. Kalau nama penemunya cuma satu, maka kita bisa tulis dengan singkatan nama penemunya. Contoh Musa paradisiaca Alnus ---> Musa paradisiaca A. Karena suatu alasan, bisa terdapat dua orang yang berhal menyematkan nama pada tumbuhan yang dimaksud, dalam hal ini akan digunakan multiple authors, yaitu menggunakan tanda berikut.
Saat yang menemukan dan ingin mengajukan nama baru merupakan dua orang misal Alnus dan Fitri, maka kita akan menggunakan et untuk menyambung kedua nama tersebut. Musa paradisiaca Alnus et Fitri.
Saat terdapat perubahan genus dari genus A ke Genus B, atau pada tingkat spesies, maka kita bisa menggunakan tanda kurung () biasanya yang bertanda kurung merupakan nama pendahulunya contohnya adalah Cynodon dactylon (Linn.) Pers. yang menghormati penemunya dahulu adalah Linneaus yang memberi nama Panicum dactylon.
Saat yang mengajukan nama adalah A, namun yang secara valid dan diakui adalah B yang publikasi, maka masih menghormati pendahulunya yaitu menuliskan ex. Misalnya Alnus yang mengajukan, tapi karena suatu hal Fitri yang berhasil mempublikasikan maka kita bisa tulis dengan Musa Paradisiaca Fitri. ex Alnus.
Saat ada author yang mempublikasikan menggunakan publikasi author lain, maka kita bisa menggunakan in. Misalnya Alnus nemu nih Musa paradisiaca, tapi yang berhasil memuat adalah Fitri, maka disebutkan Musa paradisiaca Alnus in Fitri
Nah kurang satu, namun aku pengen kalian yang isi, yaitu penggunaan nama menggunakan amend, apa contohnya dan silakan gunakan contoh dari nama kalian masing masing ya, drop di kolom komentar dan sampai jumpa di chapter selanjutnya.

Komentar
Posting Komentar